Kamis, 17 Oktober 2013

Ditahan, Andi Mallarangeng: Yang Salah, Ya Salah

0 komentar




TEMPO.COJakarta - Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng resmi dijebloskan ke rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebelum digiring ke mobil tahanan, politikus Partai Demokrat itu sempat menyampaikan harapannya di hadapan wartawan.

“Hari ini saya menjalankan penahanan sesuai dengan ketentuan KPK,” ujar Andi di gedung KPK, Kamis, 17 Oktober 2013.

Andi menyatakan keikhlasannya walau harus menghuni jeruji besi. Menurut pria asal Parepare, Sulawesi Selatan itu, “Ini sebagai proses untuk mempercepat penuntasan kasus ini.” 

Andi ditetapkan tersangka lantaran diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Akibatnya, negara diduga rugi ratusan miliar. Dia berstatus tersangka sejak Desember tahun lalu.

Mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap kasusnya segera dibawa ke ranah peradilan. Ia yakin kebenaran yang sesungguhnya bisa terungkap. “Yang salah, ya salah. Yang tidak salah, ya tidak salah,” kata dia.

TRI SUHARMAN

Raih Anti-Corruption Award, Ini Reaksi Ahok

0 komentar




TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Ahok Tjahaja Purnama dianugerahi Bung Hatta Anti-Corruption Award 2013 untuk kategori pemimpin daerah. Diganjar penghargaan, Ahok meresponsnya dengan santai.

"Kami sih terima kasih saja dapat penghargaan," kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 16 Oktober 2013. "Kami melakukan yang biasa dilakukan, ya kami (menanggapinya) biasa saja dong."

Ahok menuturkan, pejabat negara memang tidak boleh korupsi dan harus transparan mengenai anggaran atau apa pun yang dilakukannya. Karena hal itu kewajiban, kata Ahok, bila pejabat tidak korupsi, tidak perlu dapat penghargaan.

Ahok melanjutkan, pejabat saat dilantik sudah bersumpah untuk tidak memakan uang rakyat dan menaati undang-undang yang ada. "Justru kalau korupsi, kami melanggar sumpah," kata dia. 

Seperti diketahui, Dewan Juri BHACA 2013 menilai Ahok figur yang bersih, transparan, dan profesional saat menjadi anggota DPRD Belitung, Bupati Belitung, anggota DPR RI, dan, kini, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ahok dinilai telah membuka anggaran Jakarta untuk dikaji ulang dan kemudian mempublikasikannya ke dinas terkait dan warga, sehingga publik bisa ikut mengawasi penggunaan anggaran.

LINDA TRIANITA

Jokowi Minta Monorail Lunasi Utang Adhi Karya

0 komentar




TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta PT Jakarta Monorail segera melunasi utang kepada PT Adhi Karya. Utang ini merupakan kompensasi dari 90 tiang angkutan massal ini yang mangkrak di kawasan Kuningan dan Senayan.

"Sudah saya sampaikan dari dulu agar segera membayar," kata Jokowi, sapaan akrab mantan Wali Kota Solo ini, di Balai Kota pada Kamis, 17 Oktober 2013. Utang swasta, kata Jokowi, mengganjal jalannya proyek monorel yang kini sedang digenjot Pemprov DKI.

Jokowi mengaku pemerintah daerah tidak bisa mencampuri urusan utang kedua perusahaan tersebut. Alasannya, sejak awal proyek ini menggunakan konsep kerja sama bussines to bussines atau dilakukan swasta.

PT Jakarta Monorail pada Rabu kemarin mulai mengerjakan kembali proyek monorel yang sudah mangkrak sejak 2008 lalu. Pengerjaan dilakukan dengan pemasangan tiang pancang dari Setiabudi Utara ke arah Dukuh Atas.

Meski dimulai kembali proyek ini bukan tanpa "cacat".  PT Jakarta Monorail masih harus membayar utangnya kepada PT Adhi Karya yang dulu bergabung dalam konsorsium ini.

Utang ini merupakan kompensasi dari pembangunan 90 buah tiang monorel pada 2004-2008. Hingga sekarang kedua belah pihak masih melakukan negosiasi sehingga PT Jakarta Monorail pun tidak bisa mengutak-atik tiang yang sudah dibangun.

Direktur Utama PT Jakarta Monorail John Aryananda tidak mau blakblakan soal utang ini. "Masih dalam pembicaraan ini belum bisa dibuka," ujarnya.

Saat ini, kata dia, PT Jakarta Monorail sedang fokus menggarap tiang untuk jalur hijau monorel. Jalur ini memiliki panjang rute 11 kilometer dari Dukuh Atas-Kuningan-Casablanca-Gatot Subroto-Semanggi-Senayan-Pejompongan-Karet-Dukuh Atas.

Proyek jalur hijau senilai Rp 15 triliun direncanakan rampung 2016. Untuk menggarap proyek ini, mereka menggandeng badan usaha asal negeri tirai besi yang bergabung dalam China Communications Construction Company Ltd (CCCC).

Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswo Darmawan mematok angka Rp 193,662 miliar. Menurut dia, keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 296/Pdt.G/2012/PNJKT tanggal 11 September 2012 menegaskan Adhi Karya adalah pemegang hak tiang-tiang tersebut.

"Nilai ini pun dihitung oleh Kantor Penilai Jasa Publik," ujarnya. Dia berharap PT Jakarta Monorail segera melunasi utang tiang pancang ini karena kedua belah pihak sudah sering bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

SYAILENDRA

Rabu, 16 Oktober 2013

Selamat Tinggal Sepatu Butut

0 komentar


Irwan (13 Tahun) tidak lagi memakai sepatu jebol untuk bersekolah. Siswa kelas delapan di SMPN 126 Kramat Jati, Jakarta Timur itu sekarang punya sepatu baru berkat uang dari Kartu Jakarta Pintar.

Setiap Bulan, Ia mendappat Rp 210 ribu atau Rp 630 ribu untuk tiga bulan. Irwan pun menyisihkan sebagiannya ke orang tuanya

Biasanya perlengkapan yang penting seperti tas dan sepatu sudah dibeli, ia akan memakainya minimal dua tahun. Tidak masalah kalau rusak sedikit akan diperbaiki.

Menurut Suryadi (ayah Irwan) mengaku setelah mendapat KJP, Irwan lebih rajin berangkat sekolah.  

Biasanya, Irwan sering bolos karena tidak punya uang untuk naik angkutan umum, kini ia bisa lebih rajin. Bahkan, sebagian uang KJS bisa digunakan untuk biaya servis sepeda. “Buat beli jok, ban, dan spakbor baru. Jadi, bisa hemat juga. Paling kalau ban bocor naik angkot,” kata Suryadi.

Salah seorang guru SMPN 126, Ningrat mengatakan jumlah penerima KJP di sekolahnya sekitar 12 siswa. Ia menceritakan sebelum ada KJP masih ada siswa yang sengaja bolos karena memang malas sekolah.
Dikutip dari Detik.com dengan sedikit perubahan

Rabu, 09 Oktober 2013

2 Karyawan Google Terima Uang Tunai dari Microsoft

0 komentar

2 Karyawan Google Terima Uang Tunai dari Microsoft

Microsoft
Logo Microsoft
KOMPAS.com - Sayembara Microsoft bagi para hacker (peretas) untuk menemukan "kutu" alias bugdan lubang keamanan lainnya di Internet Explorer (IE) 11 resmi berakhir pada 26 Juni 2013 lalu.

Dalam sayembara ini, Microsoft menggelontorkan uang sebesar 28.000 dollar AS atau sekitar Rp 322 juta sebagai hadiah bagi 6 orang yang berhasil menemukan 15 bug berbeda.

Uniknya, dua diantara keenam orang tersebut ternyata bekerja di salah satu pesaing Microsoft, yaitu Google.

Pegawai Google pertama yang berhasil menemukan bug di IE 11 bernama Ivan Fratric. Atas usahanya tersebut, seperti dikutip dari Neowin, Selasa (8/10/2013), ia mendapatkan hadiah sebesar 1.100 dollar AS. Selanjutnya, hadiah ini tidak dimasukkan ke koceknya, melainkan disumbangkannya ke yayasan Save The Children Fund.

Karyawan Google lainnya bernama Fermin J. Serna. Hadiah yang diterimanya sebesar 500 dollar AS, yang juga disumbangkan ke sebuah yayasan bernama Save the Seattle Humane Society.

Pemenang lainnya bernama James Forshaw dari Context Security. Forshaw berhasil menemukan 4 buah bug di IE 11 dan mendapatkan hadiah sebesar 4.400 dollar AS, ditambah 5.000 dollar AS untuk penemuan bug yang dianggap penting.

Pemenang lainnya adalah Jose Antonio Vazquez Gonzales dari Yenteasy Security Research dengan 5 bug dan mendapatkan 5.500 dollar AS dan Masato Kinugawa dengan 2 bug dan mendapatkan 2.200 dollar AS.

Pemenang terakhir bernama Peter Vreugdenhil dari Exodus Intelligence. Tidak disebutkan berapa hadiah yang diterimanya. Namun, karena batasan hadiah yang dapat setiap peserta adalah 11.000 dollar AS dan total hadiah untuk pemenang lain telah menyentuh 18.700 dollar AS, kemungkinan besar hadiah yang diterima Vreugdenhil tidak jauh dari angka batasan tersebut.

Sayembara dari Microsoft ini menyisakan dua kategori terakhir yang berkaitan dengan penemuan bug di Windows 8.1 dan cara penyelesaiannya. Bagi orang yang yang berhasil menemukan bug di Windows 8.1, ia bisa saja mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 100.000 dollar AS. Hadiah tersebut bisa ditambah lagi sebesar 50.000 dollar AS, jika orang tersebut dapat menemukan solusinya.

sumber : KompasTekno

Senin, 07 Oktober 2013

Kemunculan Perdana Ratu Atut Setelah Dicegah KPK

0 komentar



Senin, 07/10/2013 17:47 WIB

Kemunculan Perdana Ratu Atut Setelah Dicegah KPK

Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Gubernur Bantun Ratu Atut Chosiyah ke luar negeri terkait sengketa pilkada di Banten di MK periode 2011-2013. Sejak ada pengumuman itu, Atut sulit ditemui. Ini dia kemunculan perdananya.

Atut sempat tak hadir saat rapat dengan DPRD Banten, Jumat 4 Oktober lalu. Dia juga tak kelihatan di kediaman pribadinya kala itu.

Sempat beredar informasi, Atut ada di rumah di Jalan Jeruk Joglo 2, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Namun lagi-lagi dia tak terlihat.

Hari ini, Atut akhirnya muncul. Namun dia tak berbicara banyak soal kasus yang menjerat adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Dikutip dari : DetikNews

Operator di Tanah Air BlackBerry Tolak Z30

0 komentar

Operator di Tanah Air BlackBerry Tolak Z30

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Senin, 07/10/2013 15:13 WIB
http://images.detik.com/content/2013/10/07/317/z302.jpgBlackBerry Z30 (getty images)
Jakarta - Belum juga diluncurkan secara resmi, BlackBerry Z30 sudah mendapatkan kabar buruk. Terlebih ini datang dari negeri asal mereka, Kanada

Rogers Wireless, yang merupakan operator terbesar di tanah kelahiran BlackBerry dan bahkan selalu menjadi pendukung nomor satu, malah menolak menjual BlackBerry Z30.

"Kami mempunyai hubungan yang panjang dengan BlackBerry dan semua tahu kami adalah pendukung perusahaan itu dan produknya."

"Kami selalu membawa sejumlah perangkat (BlackBerry) tiap tahun ke pasar. Namun kini, kami memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan," tegas juru bicara Roger, yang detikINET kutip dari PC World, Senin (7/10/2013).

Rogers sendiri masih bersedia menjual sejumlah perangkat BlackBerry 10 seperti Z10, Q10 dan Q5. Walau harus diakui penjualannya tak memuaskan.

Sementara itu, BlackBerry Z30 tetap bisa didapatkan oleh pengguna di Kanada melalui operator lain, Bell, Telus, dan MTS pada 15 Oktober.

Dikutip dari : Detikinet
Diberdayakan oleh Blogger.